Seminggu berlalu




Seminggu berlalu,
Dengan hati yang sangat pilu serta rindu menyelimuti qolbu
Tak ku sangka kau pergi dengan membawa perih dihati

Kasihku,
Ku cukupkan hatiku denganmu
Namun kau berusaha untuk berlari
Bukan, bukan dirimu
Namun takdir yang membawa kita dalam kesunyian nan sepi
Dengan segala ketidakpastian yang menghampiri
Ku tahu ini sakit,
Namun kau berusaha menutupi dengan pasti
Ku bersandar, mencoba untuk mengeja setiap kata yang ada
Ku terlalu dini untuk menyikapi
Menyikapi sebuah perasaan yang tak terkendalikan
Ooh bukan,
Ini rasa, yang mungkin akan terus mengalir
Bagai darah merah hingga semua tak terarah

Kasihku,
Ku sempatkan sujud demi istikhoroh untukmu
Meski mata tak dapat membuka
Namun hati yang akan memantapkannya
Mengangkat kedua tangan
Seraya ku berdo’a
Semoga kau baik disana
Lalu apa arti semuanya?
Jika hanya daku yang mencobanya
Mencoba melawan kepahitan yang ada
Tanpa toleransi yang dengan diam menggrogoti

Kasihku,
Kau tahu ini sangat pahit bagiku
Namun kau terdiam membisu
Dengan segala amarahmu dan kepasrahanmu
Pada malaikat tak bersayapmu
Yang dengan sengaja menghindari
Kejadian yang kita alami dalam hati
Cukup,
Allah yang mentakdirkan
Dan bukanlah kita yang mentakdirkan
Allah Maha Mengetahui
Apa yang tidak kita ketahui
Jika Allah melihat kebaikan antara kita
Maka Allah akan mentakdirkan kita untuk bersama.


0 komentar:

Posting Komentar