
Mengapa…
Mengapa mempunyai perasaan yang sedemikian rupa?
Setelah saya eja, memang semua tak sama
Mulai dari caranya menyendok
Lalu menggunakan gayung
Serta menelusuri hutan penuh kebohongan
Bagaimana bisa memposisikan diri
Jika rasa dihati tak sama lagi
Mungkin hanya mimpi
Bila harus menunggu disetiap perjalanan pagi
Rinduku,
Ku mencoba mendekapmu
Namun itu hanyalah bayang semu
Bayang semu yang menyelimuti
Disetiap malam berganti
Bagai duri, iyaa
Yang dengan sengaja kau lempar dengan pasti
Kasihku,
Bila saja kau menengok lebih dari aku
Silahkan jika kau mampu
Ku pandangi dengan lembut hari itu
Dimana saat kau menginjak gas mobilmu
Hatiku terobati dengan rindu lalu
Putih kulitmu
Melambai-lambai rambutmu
Sipitnya matamu dan manisnya bibirmu
Seakan ku memujamu lebih dari yang kau tahu
Karena semua itu ciptaan Allah Robbku
@gusAll
0 komentar:
Posting Komentar