Jatiku untukmu..



Jati, sebuah nama tumbuhan yang keras dan sangat bermanfaat, ia sangat diburu oleh orang-orang sebagai penyangga kehidupan, ia memiliki makna kekuatan, kekuatan untuk hidup, kekuatan hati, serta kekuatan mengahadapi kehidupan dengan tenang.

Jati, alasanku untuk bisa tersenyum kembali, alasanku untuk menjalani hari dengan pasti, alasanku untuk membuka mata dengan lebar tanpa ada sekat untuk mengabaikan.

Jati, ia mampu menyulap sepi menjadi mimpi, bermimpi atas perasaan lalu, perasaan dimana hidupku merasa berarti untukmu.

Jati, meyakinimu adalah caraku, cara bagaimana kau mampu menghadirkan rasa gejolak itu, mampu menggerakkan hatiku untuk selalu melafadkan mantra diujung pagiku.

Jati, terukir indah dihati setiap pemiliknya, terukir kisah yang amat membuat iri para insan mulia.

Jati, bagaikan mimpi yang pernah dengan sengaja ku hindari, bagai langit yang tidak lupa akan bumi, bagai angin yang merelakan dirinya untuk dicaci, entah aku yang merasakannya atau malah kau sengaja menghindarinya, cukupkan aku yang hanya berlabuh dihatimu..

_1318_



Mengapa…


Mengapa…
Mengapa mempunyai perasaan yang sedemikian rupa?
Setelah saya eja, memang semua tak sama
Mulai dari caranya menyendok
Lalu menggunakan gayung
Serta menelusuri hutan penuh kebohongan
Bagaimana bisa memposisikan diri
Jika rasa dihati tak sama lagi
Mungkin hanya mimpi
Bila harus menunggu disetiap perjalanan pagi
Rinduku,
Ku mencoba mendekapmu
Namun itu hanyalah bayang semu
Bayang semu yang menyelimuti
Disetiap malam berganti
Bagai duri, iyaa
Yang dengan sengaja kau lempar dengan pasti
Kasihku,
Bila saja kau menengok lebih dari aku
Silahkan jika kau mampu
Ku pandangi dengan lembut hari itu
Dimana saat kau menginjak gas mobilmu
Hatiku terobati dengan rindu lalu
Putih kulitmu
Melambai-lambai rambutmu
Sipitnya matamu dan manisnya bibirmu
Seakan ku memujamu lebih dari yang kau tahu
Karena semua itu ciptaan Allah Robbku
@gusAll

Seminggu berlalu




Seminggu berlalu,
Dengan hati yang sangat pilu serta rindu menyelimuti qolbu
Tak ku sangka kau pergi dengan membawa perih dihati

Kasihku,
Ku cukupkan hatiku denganmu
Namun kau berusaha untuk berlari
Bukan, bukan dirimu
Namun takdir yang membawa kita dalam kesunyian nan sepi
Dengan segala ketidakpastian yang menghampiri
Ku tahu ini sakit,
Namun kau berusaha menutupi dengan pasti
Ku bersandar, mencoba untuk mengeja setiap kata yang ada
Ku terlalu dini untuk menyikapi
Menyikapi sebuah perasaan yang tak terkendalikan
Ooh bukan,
Ini rasa, yang mungkin akan terus mengalir
Bagai darah merah hingga semua tak terarah

Kasihku,
Ku sempatkan sujud demi istikhoroh untukmu
Meski mata tak dapat membuka
Namun hati yang akan memantapkannya
Mengangkat kedua tangan
Seraya ku berdo’a
Semoga kau baik disana
Lalu apa arti semuanya?
Jika hanya daku yang mencobanya
Mencoba melawan kepahitan yang ada
Tanpa toleransi yang dengan diam menggrogoti

Kasihku,
Kau tahu ini sangat pahit bagiku
Namun kau terdiam membisu
Dengan segala amarahmu dan kepasrahanmu
Pada malaikat tak bersayapmu
Yang dengan sengaja menghindari
Kejadian yang kita alami dalam hati
Cukup,
Allah yang mentakdirkan
Dan bukanlah kita yang mentakdirkan
Allah Maha Mengetahui
Apa yang tidak kita ketahui
Jika Allah melihat kebaikan antara kita
Maka Allah akan mentakdirkan kita untuk bersama.